"Kau sedang jatuh cinta ya?" "Kenapa memangnya?" "Kau minum susu sapi." "Apa hubungannya kalau begitu?" "Kau, kan, enggak pernah suka susu sapi." Bukannya menjawab, gadis itu malah tertawa. Rambut hitamnya sebahu berguncang-guncang mengikuti irama tawanya. "Hei, kemarin Raya kerumahku" katanya setelah memasukkan sepotong kue ke mulutnya. "Raya? Bus antar kota itu maksudmu?" Gadis itu tertawa lagi. "Serius." "Ada apa dengannya?" "Dia ingin menjual mobilnya. Kondisi keuangannya sedang sulit, dan Ayahnya sedang sakit. Intinya dia butuh uang." "Oh ya?" aku merespon dengan asal. "Lalu kau jawab apa?" "Ya aku enggak sanggup membelinya sekarang ini, tapi aku bisa memberinya sedikit bantuan." "Kau memberinya uang?" "Meminjaminya. Hanya sedikit." "Kau tahu kan, uang itu enggak akan kembali?" April mengendik...