Kemarin, baru saja aku menamatkan Ulid, buku novel pertama yang kubaca setelah hampir 3 tahun lebih memilih fokus untuk membaca buku pengasuhan. Tentu saja keputusan ini bukan semata untuk menambah referensi dan pengetahuan dalam mengasuh anak, tapi karena kawatir banyak pekerjaan yang tidak tuntas apabila aku memilih untuk membaca novel, seperti mengasuh anak, mengatur jadwal kegiatan di kantor dan di rumah, atau pekerjaan domestik ringan. Sampai sekarang nyatanya aku masih suka sekali baca novel. Aku tipe pembaca yang mudah menghayati isi cerita. Tak jarang aku baper, ikut berkaca-kaca, bahkan rasanya aku seperti ikut menanggung beban yang dialami tokoh dalam cerita ketika aku sadar aku turut menghela napas di bagian inti masalahnya. Kesertaan emosiku saat membaca novel ini kusadari akan sedikit banyak mengacaukan aktivitas harianku, dan itu terbukti benar. Aku mulai membaca hari Sabtu lalu, terhitung sekitar 3 hari saja aku menamatkan Ulid. Malam itu, di sela-sela menemani anakku be...